17 April 2018

Cara Pintar Atur Finansial


Dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2016 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemahaman masyarakat Indonesia terhadap keuangan masih terbilang rendah. Tidak sampai 50% dari masyarakat Indonesia paham terhadap keuangan. Salah satu catatan yang disampaikan dalam survei tersebut adalah alokasi keuangan masyarakat masih didominasi dengan tujuan jangka pendek seperti pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan hidup.

 

Edukator keuangan ZAP Finance Prita Ghozie menyampaikan bahwa ia menemukan tiga kesalahan pengelolaan keuangan yang sering terjadi di masyarakat. Pertama adalah tidak memiliki arah dan tujuan keuangan. Dengan slogan “you only live once” atau “kamu hanya hidup sekali”, kita terkadang menganggap bahwa kita bisa melakukan segala hal yang diinginkan tanpa memikirkan konsekuensi keuangan di masa depan.

 

Kedua adalah gagal mengatur arus kas uang. Prita melihat, meskipun kita sudah membuat sejumlah rekening di beberapa bank untuk membagi pengeluaran, namun banyak di antaranya yang tetap mengalami kesulitan mengelola dana. Salah satu penyebabnya adalah proporsi pembagian dana pada masing-masing rekening yang kurang tepat. Selain itu dana yang sudah dialokasikan pada rekening tertentu kadang malah terpakai untuk kebutuhan lain.

 

Ketiga adalah tidak atau kurang mempersiapkan tabungan atau dana darurat karena gaya hidup yang semakin konsumtif. Menurut Prita, kemudahan mendapatkan informasi melalui internet ternyata memiliki dampak terhadap pola konsumsi yang cenderung impulsif. “Tanpa disadari, pola konsumsi seperti itu membuat kita lupa menyisihkan dana untuk tabungan atau keperluan darurat,” jelasnya.

 

Maka untuk memastikan semua kebutuhan dan keinginan terpenuhi sesuai dengan pendapatan, lanjut Prita, kita bisa memulainya dengan membagi-bagi pendapatan dalam berbagai komponen pengeluaran. Pos komponen pengeluaran setiap bulan yang ideal sebaiknya dibagi untuk beberapa hal, yaitu zakat 5%, biaya hidup rutin bulanan 30%, menabung dan investasi 15%, cicilan pinjaman maksimum 30%, dana darurat 10%, dan gaya hidup 10%.

 

Digital Banking Value Proposition & Product Head BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi menyampaikan bahwa BTPN menyadari bahwa pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tidak seluruhnya mudah. Di sisi lain kebutuhan dan keinginan orang semakin bertambah dan beragam. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut, perlu cara pengelolaan finansial yang mudah, pintar, dan aman.

 

Dengan pemahaman tersebut, BTPN menghadirkan Jenius, sebuah revolusi dalam bidang perbankan dengan proses digitalisasi sejak awal. Dengan Jenius, pengguna dapat melakukan pembukaan rekening, mengatur limit kartu, blokir, dan buka blokir kartu, serta manajemen keuangan secara swalayan dengan menggunakan smartphone berbasis Android dan iOS.

 

“Jenius menghadirkan berbagai fitur unik untuk mengelola life finance penggunanya, seperti In & Out, Card Center, dan Save It,” tutur Irwan.

 

Dengan In & Out, pengguna Jenius dapat melihat, menelusuri, dan mengunduh seluruh history transaksi, bahkan bisa menentukan filter berdasarkan tipe, kategori, rentang waktu, dan besarnya transaksi sehingga seluruh pencariannya lebih spesifik. Card Center memungkinkan pengguna memiliki hingga empat kartu debit fisik dan satu kartu e-card dengan limit dan batas transaksi masing-masing kartu yang dapat diatur sendiri oleh penggunanya.

 

“Fitur Card Center memberikan pengguna kontrol terhadap kartu debit milik mereka. Pengguna dapat melakukan blokir dan buka blokir kartu, baik permanen maupun sementara, secara swalayan hanya melalui smartphone. Fitur ini didesain sedemikian rupa sehingga memungkinkan pengguna untuk mengatur berbagai pengeluaran dengan mengalokasikan pengeluaran tersebut ke dalam beberapa kartu debit,” jelas Irwan.

 

Jenius juga memiliki fitur tabungan yang secara langsung dapat memisahkan dana yang ingin disisihkan dengan dana untuk kebutuhan sehari-hari. Melalui menu Save It, pengguna dapat mengalokasikan dana untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari. Save it memiliki tiga fitur, yaitu Flexi Saver, Dream Saver, dan Maxi Saver.

 

Untuk kondisi tak terduga yang membutuhkan pengeluaran mendadak, nasabah dapat mempersiapkannya melalui Flexi Saver, tabungan setara deposito yang bisa ditarik/disetor sesuai dengan kebutuhan tanpa terikat periode waktu tertentu. Sedangkan Dream Saver dapat membantu nasabah menabung secara otomatis untuk mewujudkan impian dengan target dana yang ingin dicapai, sekaligus menghitung periode tabungan dan besarnya dana yang akan disetor setiap hari/minggu/bulan. Sementara itu, Maxi Saver untuk simpanan maksimal dengan bunga optimal yang menawarkan pilihan periode 1 hingga 12 bulan.

 

Dengan berbagai fitur unik untuk mengelola life finance tersebut, Jenius tidak hadir hanya sebagai layanan bank digital. Namun Jenius terus berusaha menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah. “Kami paham bahwa setiap nasabah memiliki kebutuhan, keinginan, cita-cita, serta kondisi yang berbeda,” ujar Irwan.

 

Maka dari awal pembentukannya, Jenius diciptakan dan dikembangkan melalui proses kokreasi dan kolaborasi dengan masyarakat melek digital (digital savvy). Hal ini dilakukan agar Jenius dapat selalu relevan dengan nasabah dan update dengan gaya hidup penggunanya yang dinamis.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

 

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk

Eny Yuliati – Corporate Communications Head

Telp: 021-30026200

Email: eny.yuliati@btpn.com